Review True to Skin Bakuchiol Anti-Aging Serum

True to Skin Bakuchiol Anti-Aging Serum ini sudah banyak sekali yang bilang bagus karena manfaatnya di kulit berjerawat juga sebagai anti-aging alternatif retinol. Dari teksturnya, dia tergolong yang watery light dan beda diantara dua varian serum lainnya. Warnanya sedikit keruh berwarna ungu ke-pink-an disertai aroma yang subtle & mirip dengan porcelain. Aromanya sedikit mengganggu tapi masih bisa aku toleran. Aku agak panik awalnya kalau dia oksidasi tapi ternyata memang warnanya yang begitu, dan buat jaga-jaga kadang aku taruh di kulkas untuk menghindari oksidasi.⁣

Awalnya pakai ini merasa biasa aja tidak menaruh ekspektasi tinggi dan hanya mengharapkan efek dari anti-aging yang ku dapat, mengingat aku belum pernah mencoba retinol, aku rasa bakuchiol ini alternatif yang oke buat aku. Lalu waktu itu aku punya bumps yang muncul di area pipi, terasa sakit sedikit dan mulai aku pakai rutin di malam dan pagi (sebelumnya aku pakai cuma di selang-seling saja). Entah ada keajaiban darimana, bumps itu tadi jadi sedikit kempes dan tidak terasa sakit lagi! Dan untungnya lagi tidak ada rasa sensasi cekat cekit.

Makanya setelah itu aku rawat bekasnya dengan kombinasi bersama niacinamide di malam hari dan tidak terjadi reaksi buruk dikulitku. Untuk menghilangkan dark spot memang agak lama, jadi aku belum bisa kasih kesimpulan tentang itu. Dia juga mengandung PHA sebagai exfoliator, aku merasakan sekali benefit dari PHA tersebut untuk mengontrol komedo / whitehead yang suka numpuk di permukaan hidung. Biasanya 2 hari setelah eksfoliasi, sudah numpuk banyak lagi si whitehead ini, tapi semenjak rutin pakai bakuchiol ini seperti lebih memperlambat pertumbuhan si whitehead. Super senang!

Selama pakai ini aku enjoy sekali pakainya, bikin ketagihan. Seperti ada chemistry diantara aku sama bakuchiol satu ini. Jadi makin penasaran mau explore produk bakuchiol lainnya jika seperti ini.